Vakansi Lima Buku

George Orwell Saya tidak langsung meragukan argumentasi seseorang yang berlandaskan sebuah novel. Meski kebenarannya dikesampingkan, karena dikatakan omong kosong fiksional, setidaknya dari sana timbul gugusan fantasi sebagai serat-serat prediksi. Yang dianggap fiksi pun, di satu sisi, ternyata merupakan pergumulan seorang penulis yang didasarkan atas penelitian empiris.   Sebut saja novel…

Continue reading

Pusparagam Dimensi Pemikiran Cak Nun

Memadatkan identitas Muhammad Ainun Nadjib—selanjutnya disebut Mbah Nun—merupakan usaha simplifikatif yang acap disematkan khalayak umum. Dari budayawan, penyair, penulis, hingga pekerja sosial, setidaknya, dilakukan jamak orang selama kurun waktu lima dekade terakhir. Fragmentarisasi demikian didasarkan atas rekam jejaknya di jagat sosial-kemasyarakatan. Remah-remah identitas yang cenderung tercerabut dari akarnya sebagai manusia…

Continue reading

Lima Buku, Vakansi Waktu

George Orwell Saya tidak langsung meragukan argumentasi seseorang yang berlandaskan sebuah novel. Meski kebenarannya dikesampingkan, karena dikatakan omong kosong fiksional, setidaknya dari sana timbul gugusan fantasi sebagai serat-serat prediksi. Yang dianggap fiksi pun, di satu sisi, ternyata merupakan pergumulan seorang penulis yang didasarkan atas penelitian empiris. Sebut saja novel karya…

Continue reading

Menyelami Semesta Al-Qur`an Bersama Cak Fuad

Kalau kedudukan Al-Qur`an diamsalkan seperti samudera maka ilmu yang dikandungnya mustahil surut. Bila manusia mencelupkan jemarinya di samudera itu, bekas celupan itu serupa hikmah yang berguna bagi mereka yang memaknainya. Kebermaknaan Al-Qur`an, dengan kata lain, akan terus berlangsung sampai titik final kehidupan–sepanjang orang berpikir dan memaknai sesuai pengalaman privat masing-masing,…

Continue reading

Komunikasi Transendental “Diperjalankan” Cak Nun-KiaiKanjeng

Bahasa verbal menandai perbedaan manusia dan binatang. Kekhasan ini mewujud ke dalam komunikasi yang diekspresikan lewat sistem tanda. Binatang mengungkapkan bebunyian fonetis, sedangkan manusia mengujarkan simbol verbal. Prinsip ini sampai sekarang diyakini ilmu bahasa. Baik dari perspektif tradisional maupun modern. Ilmu komunikasi sendiri telah menjadi disiplin otonom. Perkembangannya muncul seiring…

Continue reading

KiaiKanjeng dan Orkestrasi Kultural Padangmbulan

Narasi religius dan kebangsaan dipadukan di atas altar pementasan secara artistik. Spanduk bertuliskan Musik dan Ilmu: Prajurit Bangsa terpampang jelas di belakang panggung. Lebih dari 5000 orang berjubel mengenakan atribut Islam seperti kerudung dominan putih bagi perempuan dan peci merah putih bagi laki-laki. Semua mata terarah pada satu titik, yakni…

Continue reading

KiaiKanjeng Antara Fusi Barat dan Timur

Menjelang abad ke-20, perjuangan fisik melawan kolonial lambat-laun diganti dengan pertarungan wacana. Struktur perjuangan dari atas hingga bawah dikonstruksi bukan lagi lewat militer, melainkan juga pendidikan, politik, ekonomi, bahasa, musik, dan ekspresi budaya lain. Strategi hegemoni demikian berlangsung panjang dan tetap menuai gesekan kepentingan antara dua belah pihak. Penjajah dan…

Continue reading