Sarinah, Elizabeth, dan Para Perempuan Lainnya

Pada penghujung tahun 1947, tepatnya 3 November, Soekarno selesai menulis Kata Pendahuluan┬ádi Istana Kepresidenan Republik Indonesia di Yogyakarta. Pengantar itu hendak dimasukkan ke halaman mukadimah buah penanya. Buku itu ia persiapkan sebagai refleksi tertulis ekspresi batinnya selama revolusi fisik. Tanpa pikir panjang, Soekarno membubuhkan judul Sarinah: Kewajiban Wanita dalam Perjuangan…

Continue reading

Melawan ala Malala

“Pikirannya seputar pendidikan dan kesetaraan perempuan melampaui zaman. Hampir dibunuh puluhan kali Malala tetap teguh pada prinsip luhur. Ia mewakili suara kaum tertindas” Senyum merekah Malala Yousafzai di Ottawa, Kanada, pagi itu berbeda seperti biasanya. Rabu, 12 April 2017, ia mendapatkan hadiah bergengsi. Justin Trudeau, Perdana Menteri Kanada, menyerahkan langsung…

Continue reading

Hutan Krapyak di Poros Imajiner

“Bermula hutan rimbun yang dikenal angker, hutan Krapyak senantiasa familier selama ratusan tahun. Ia pernah menjadi saksi atas terbunuhnya Prabu Hanyokrowati. Kini, ia menjadi penanda zaman abad ke-21 di bawah poros imajiner” HUTAN Krapyak tahun 1613. Semak belukar dan pepohonan rimbun menjadi habitat istimewa bagi hewan mamalia hingga melata. Di…

Continue reading

Mengenang Lamtoro, Membayangkan Kesejukan

Lamtoro diingat melalui kenangan masa lalu. Ia bagian integral dari kehidupan mahasiswa. Ini riwayat nostalgia betapa kehadirannya senantiasa dirasakan di mana pun dan kapan pun PADA menjelang senja akhir Mei, Arif, 27 tahun, tertegun melihat mantan kampusnya berubah. Di angkringan Woles, barat FBS, ia menuturkan kekagumannya itu kepada pelanggan lain.…

Continue reading